Selasa, 04 Juni 2013

FF-Super Junior 10 Years Later





Author  : JewelAMD
Tittle      : Super Junior Ten Years Later..
Genre   : Friendship, Romance, Familiy
Cast   :   -All Member Super Junior
                -Everlasting Friend
Rating   : PG13
Length  : Oneshot
                Annyeong, saya balik lagi. Sebenernya gak mau shre sekarang, ntar-ntar aja maunya. Tapi berhubung abis ini paketan modem saya mau abis, jadi ya.. beginilah
                oKAI, ini ff yang saya ikutin lomba itu lo, hasilnya uda keluar, dan cukup membanggakan si.  Saya mengucapkan terima kasih pada semua yang uidah ngunjungi blog dan baca semua ff saya, banyak banget silent readers-nya. Tapi gak papa, and abaca aja saya udah seneng, apalgi kalau di komen. Sesungguhnya komentar kalian itu beruntung loo.
                Jadi…
                Pokoknya, baca-baca-baca-komen. Oke?
Terus  Kunjungi juga Blogku: http://alwaysbejewels.blogspot.com/
Kalau bisa, sekalian follow twitter saya : https://twitter.com/amd_elf
Heheh, promo banget si. Okelah gak mau banyak omong lagi,

HAPPY READING
_______________________________________

1 Juni 2023, Seoul

Seorang lelaki berumur 41 tahun yang tengah duduk di kerumuanan itu menitikkan air matanya mendengar betapa riuhnya tepuk tangan penonton. Bukan, laki-laki itu bukan appa Kyuhyun, bukan juga appa member lain. Lelaki itu adalah Park Jung Soo, seorang Leeteuk di tahun 2023.
“Hyung kau cengeng” celetuk seseorang di sampingnya, orang itu menyodorkan sapu tangan berwarna biru. Menunjuk ke arah pipi hyungnya yang sudah basah air mata. Jung soo mengambil sapu tangan itu, mengusap air matanya tanpa ada niatan menanggapi godaan dongsaengnya.
 “Cepatlah, kita sudah ditunggu, Hyuk” dengan cepat Jung Soo bangkit dari tempat dia duduk, ikut berdesakan dengan beberapa penonton yang hendak meninggalkan ruangan ini.
“Tak usah buru-buru Hyung, mereka baru selesai perform”
“Diam dan ikutilah aku, monyet” Jung Soo menggerutu.
Umur Hyuk Jae memang bertambah, tapi sifatnya tak banyak berubah. Dengan langkah sigap pria bertinggi 176cm itu mengikuti hyunngnya dari belakang. Seperti itik yang tak boleh tertinggal jauh dari induknya.

***
“Kalian terlambat Hyung” ucap namja bermarga Cho itu ketika dua orang actor tampan baru saja membuka pintu dorm mereka, bahkan dua orang itu belum sempat menyapa yang lain.
“Jeongmal Mianhae, kami harus menyelesaikan syuting terlebih dulu” ucap Choi siwon. Actor bertubuh atletis yang akan di gilai setiap yeoja meskipun dia sudah kepala tiga.
“Kalian membuat kita menunggu” Kyu meminum air putih yang dia letakkan di atas meja, hanya itu yang bisa dia temukan di kulkas tadi.
“Oh ayolah Kyu, bahkan yang lain tak protes” sela Kibum, sedikit jengkel dengan tingkah Kyuhyun yang mulai cerewet.
“Itu karena yang lain mulai tertular sifat malaikat Jung Soo hyung”
“Sudahlah, ayo cepat mulai. Aku tak bisa meniggalkan istri dan Hye Rin-ku lebih lama lagi” itu suara Shindong. 3 tahun yang lalu, dia menikah  dengan Nari dan telah memilki bayi perempuan lucu bernama Hye Rin.
Semua member hanya tersenyum mendengar penuturan Shindong. Selain dia, masih ada Kim Heechul yang menikah 5 bulan setelah pesta pernikahan Shindong. Istinya bernama Kim Sung Mi, seorang dokter hewan yang dia kenal tanpa sengaja saat Heebum sakit. Setelah itu, dua tahun yang lalu Park Jung Soo menyusul mereka berdua. Dia menikahi seorang ELF bernama Dina asal Indonesia yang dia kenal lewat SS8 Ina. Lelaki itu benar-benar menepati janjinya, menikahi seorang ELF dan mengundang banyak ELF ke pesta pernikahannya. Jujur saja, pernikahan itu cukup mennggemparkan netizen, tapi Jung Soo tak ambil pusing dengan hal itu. kemudian, setahun yang lalu, Donghae ikut mengikrarkan janji suci cintanya dengan seorang teman lamanya, Lee Soo Rim. Dan sekarang istrinya tengah mngandung 3 bulan, trimester pertama yang harus dijaga dengan baik.
Selain mereka ber-4, yang lain belum menikah. Hanya saja, bulan depan Hyuk akan melangsungkan pernikahan dengan Min Rin. Young Woon, Jong Woon, dan Hangeng telah bertunangan. Sedangkan Sungmin, Siwon, Kibum dan Ryeowook telah memiliki yeoja. Hanya Kyuhyun yang betah dengan kesendirian. Dia bilang, 36 tahun tak terlalu tua untuk buru-buru mencari pasangan hidup. Mungkin game, PSP, dan sejenisnya tetap nomor satu bagi Kyuhyun.
“Cha” Ryeowook menyodorkan penghargaan yang terakhir kali K.R.Y dapatkan. Beberpa bulan yang lalu sebagai vocal group terbaik.
Jung Soo menerimanya dengan seulas senyum. Meletakkannnya pada sebuah lemari khusus yang menampung penghargaan mereka dari awal debut hingga saat ini. Semua penghargaan mereka terjejer dengan rapi, perlahan telunjuk Jung Soo mulai menyapu penghargaan mereka dengan sendu. Gerakan tangannya terhenti tepat peda penghargaan mereka sebelas tahun lalu, MAMA 2012.
“Hyung..” Donghae mulai berjalan mendekati Jung Soo, mengusap punggungnya yang bergetar. Lelaki itu selalu menitikkan air mata setiap menatap penghargaan mereka.
“Kami juga merindukan saat itu, hyung” kali ini Hyuk jae menghampiri sosok tertua di antara mereka. Ada air mata yang menggenang di sudut matanya, tapi dia masih mampu menahannya, setidaknya tak sampai tergelincir jatuh ke pipinya.
“Aku hanya terlalu mencintai masa lalu kita” 12 lelaki lain hanya menundukkan kepalanya dalam. Sejujurnya, sedari tadi hati mereka menangis, mereka merindukan hal yang sama seperti Hyuk, mereka juga mencintai masa lalu mereka seperti Jung Soo. Perasaan yang sama yang tak ingin kehilangan sesuatu yang paling berharga.
“Ini sudah lima tahunkan? Tapi kenapa luka meninggalkan mereka seperti baru kemarin? Pedih ” Jung Soo melanjutkan kalimatnya. Dia tetap menjadi yang paling melo diantara yang lain.
Hyuk Jae memeluk satu-satunya namja bermarga Park itu dengan air mata yang telah meluber dari matanya. Hancur sudah. Dia tak ingin lagi menhan air mata ini. Sementara tanpa sadar air mata yang lain ikut menetes.
“Lima tahun lalu, bisakah kita menghentikannya?”
_flasback_

2 Juni 2018, Seoul

Marry U selalu memiliki tempat tersendiri bagi ELF. Dan pada show kali ini pun mereka menyanyikannya dengan indah seperti biasa.
Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)
Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)
 Maeil gamsahalge (My love)
Dari awal lagu ini di putar, ELF ikut menyanyi dengan keras. Mengingatkan Super Junior akan Super Show mereka yang pertama. Hanya saja, kali ini yang datang bukan hanya ELF Korea, tapi juga ELF Indonesia, jepang, Thailand, dan masih banyak lagi. Seperti Sapphire Blue ocean dari berbagai Negara berkumpul pada satu tempat.
Nawa gyuhrhonhaejullae? I do

Ryeowook berhasil mengakhirinya dengan menawan. Suaranya yang begitu elit dan unik membuat ELF berteriak keras. Sedangkan 13 laki-laki tampan itu sudah berdiri di tengah panggung. Berbaris dengan Leeteuk yang berdiri sebagai porosnya.
“Zhoumi, Henry, bissakah kalian bergabung dengan kami?” Leeteuk-sang leader-mulai berbicara. Dan beberapa menit kemudian seorang lelaki jakun dan seorang lagi bermata sipit memasuki stage dengan karismanya. Mereka langsung membaur dengan barisan 13 lelaki lain.
Teriakan ELF semakin keras, bebrapa dari mereka bahkan ada yang menangis. Tercapai sudah, cita-cita mereka selama ini. Melihat mereka ber-15 berdiri dalam satu stage yang sama, berdiri sebagai satu keluarga yang utuh. Benar-benar terjadi saat ini.
Terjadi keheningan yang cukup lama,  para member hanya menundukkan kepalanya dalam, begitu juga dengan Leeteuk. Dia tak tau bagaiman haus memulai ini semua. Sudah berkali-kali dia menyampaikan pidato saat mereka mendapatan penghargaan, sudah berkali-kali pula dia menyapa dan berbicara dengan ELF saat super show, tapi kali ini berbeda. Dia membeku, tak tau harus memulainya dari mana.
“Hyung, mereka menunggu” Hyuk Jae yang saat itu berdiri di sisi kanan Leeteuk sedikit berbisik. Digenggamnya jemari hyungnya dengan lembut. Eunhyuk tau, Leeteuk butuh kekuatan lebih untuk menyampaikan semua ini.
Leeteuk sedikit menghela nafas, mencoba manhan matanya yang mulai memanas. Memakasakan diri untuk mengulas senyum yang justru terlihat kaku dan agak mengerikan. “Seperti yang kalian lihat, kami telah meminta Hangeng terbang dari Cina ke sini, kami juga meminta Kibum untuk mengosongkan jadwal syutingnya malam ini. Semua ini, untuk kalian”
Sang leader menghentikan ucapannya. Satu pertanyaan dalam hatinya. ‘Sanggupkah dia melakukan ini?’ sedangkan nafasnya saja telah memburu, dadanya sesak, ada rasa sakit di hatinya yang seolah akan membunuhnya. “Apakah kalian bahagia melihat kami ber-15 lagi?”
ELF berteriak dengan keras. Bahagia, mereka sangat bahagia. Hal yang selalu mereka mimpikan tiap malam, hal yang selalu di anggap netizen menjadi hal yang tak mungkin, kini justru terjadi di depan mata mereka.
“Baguslah kalian bahagia, karena.. ini akan.. menjadi kado terakhir.. dari kami” ucaapan Leeteuk tersendat-sendat. Diat tak tau kenapa rasa sesak di hatinya semakin parah. Perasaan sesak yang juga di rasakan 14 namja lain yang masih menundukkan kepalanya. Hyuk Jae dan Ryeowook bahkan telah menangis. Sedangkan ELF hanya saling pandang melempar tanda Tanya, mereka kebingungan.
“Umurku sudah 36 tahun, uri magnae 31 tahun. Bukankah kami sudah tua?” Leeteuk sedikit tersenyum getir. Bukan gayanya untuk mengklaim dirinya sendri sebagai orang tua. Beberapa ELF mulai tertawa, menyadari ada yang lucu dan berbeda dari seoarang Leeteuk.
“Oleh karena itu, kami.. kami..” Leeteuk tak sanggup meneruskan kalimatnya lagi, tangisnya meleleh. Dia tak tau bagaimana cara halusnya untuk mengatkan hal ini.
Tawa ELF mulai mereda, melihat ke tiga biasnya menangis. Mereka tau akan terjadi hal yang tak baik. Mereka mulai memandang Leeteuk dengan tatapan menuntut. Menuntut pria itu untuk melanjutkan kalimatnya, mengobati rasa penasaran yang telah mencapai ubun-ubun mereka.
Leeteuk memejamkan matanya sejenak, mengepalkan tangannya kuat. Berharap ada sedikit kekuatan yang tersisa pada dirinya. Sungmin mulai menatap hyungnya iba, dia tau tak akan pernah ada yang sanggup menyampaikan berita ini “Oleh karena itu kami akan berhenti”
Hancur lebur. Ke-15 nmja tampan yang selalu tersenyum itu kini menangis. Mereka begitu terluka menyampaikan ini. Hal yang sama yang di rasakan ELF, mereka juga hancur, tak pernah mereka bayangkan jika show super Junior yang penuh dengan kebahagiaan akan berbuah hal menyedihkan seperti ini.
“Mungkin ini akan menjadi show terakhir kami, jadi kami harap ini tak mengecewakan kalian” tangan Leeteuk bergetar.
Heechul dan Kangin mendongakkan wajah mereka, mencoba menahan tangis yang terus menerus mendesak keluar. Sementara Eunhyuk lebih memilih menggenggam tangan orang di dekatnya, berharap memiliki kekuatan lebih.
“Bukankah kita telah bersama untuk waktu yang lama? Dan selama ini kami yang selalu menyusahkan kalian, Mianhae” Leeteuk mengusap air matanya, dia telah mencoba untuk mengehentikan air matanya, tapi sia-sia. Semua meleleh begitu saja.
“Aku masih ingat betul saat Kyuhyun mengalami kecelakaan, saat itu Kyu selamat. Aku percaya selain keluarganya, Tuhan juga  mendengarkan do’a kalian” Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya. Dia tau semua mata tengah menatap ke arahnya.
“Saat Hangeng memutuskan untuk keluar karena suatu masalah, aku tau kalian terluka. Tapi Kalian tetap berdiri di sisi Hangeng” Hangeng sedikit mengulas senyum diantara tangisnya.
“Sekali lagi, maafkan kami” Leeteuk berhenti, bukan dia tak tau harus mengucapkan apa. Tapi terlalu banyak yang ingin dia ucapkan, hingga tak tau harus bagaimana menyampaikannnya.
“Dan terimakasih untuk kalian yang telah bertahan sampai akhir” hanya itu yang sanggup teuk ucapkan.
Semua berakhir. Ke-15 namja itu membungkukkan badannya 90°, cukup lama. Seakan menggambarkan ucapan terimakasih dan permintaan maaf yang tiada ujung.

_flashback end_

“Sudahlah hyung itu sudah lima tahun yang lalu. Memikirkan itu terus menerus tak akan merubah apapun” ucap sungmin yang menyudahi nostalgia penuh luka itu.
“Apa yang sungmin ucapakan itu benar. Masa lalu kita memang indah, tapi masa depan kita juga harus kita pikirkan” Kim Heechul benar, masa depan mereka juga harus di pikirkan, masa depan yang akan kita ketaui setelah 3 bintang pembatas dibawah ini.

***
2 Juni 2023, Seoul

“Gwencahana?” suara lembut dengan aksen korea yang aneh itu cukup membuat Jung Soo terkaget hingga lamunannya buyar. Setidaknya, istrinya sudah bisa berbahasa korea dengan lancar. Tak seperti dulu, ktika mereka pertama kali bertemu dan kesulitan untuk berkomunikasi.
“Aku baik-baik saja” Jung Soo memaksakan diri mengukir seulas senyum. Mencium pipi sawo matang istrinya, kulit khas Indonesia gadis yang begitu dia sukai.
“Kau tak pandai berbohong tuan Park” dengan mudahnya Dina bisa mengendus kebohongan suaminya. Di coleknya hidung mancung Jung Soo lalu menciumnya sekilas. “Oppa, wae geurrae?”
Jung Soo hanya tersenyum, dia tak ingin istrinya tau akan hal ini. Terlalu banyak masalah yang ia tumpahkan pada istrinya. “Tak usah di jawab, aku sudah bisa menebaknya”
Dina tersenyum pelan melihat kerutan di dahi Jung Soo pertanda dia bingung. Mungkin otak pria itu tengah bertanya ‘Apa kau peramal honey?’ atau ‘Bagaimana kau bisa tau?’
“Masalah lima tahun lalukan?” Jung Soo hanya terdiam, mamandang segelas jus strawberrynya dengan sendu. “Oh ayolah oppa, aku tau kau merindukan panggung dan teriakan ELF. Tapi masa depanmu itu penting” mendengar itu Jung Soo hanya terkikik.
“Apa hubunganmu dengan Kim Heechul huh? Kenapa kata-katamu sama dengan kata-katanya semalam?”
“Molla” Dina mengdikkan bahunya pelan, hendak beranjak dari tampatnya duduk, hingga suara suaminya menahannya.
“Ya! Park Dina”
“Jangan memaksa, kedengarannya tidak indah ” ucap Dina sambil mengerucutkan bibirnya. Dina begitu tak suka ketika Jung Soo mulai memanggilnya dengan emebl-embel Park. Dia merutuki dirinya kenapa tak menikah dengan namja bermarga Cho, Kim, atau Lee. Itu terdengar lebih baik dengan namanya.
“Kau tak ke kampus?” mata Jung Soo mulai meneliti istrinya, dia tak serapi biasanya saat akan berangkat kerja.
“Aniya, aku tak ada kelas hari ini” Dina memang seorang dosen pada salah satu Universitas ternama di Seoul. Hitung-menghitung  adalah hal yang dia ajarkan. “Kau sendiri tak ke kantor?”
Jung Soo menggeleng perlahan. Memang sejak dua tahun lalu dia membuka usaha furniture, beberapa pajangan rumah, juga kursi dengn pahatan khas Indonesia. Dia bahkan telah bekerja sama dengan beberpa pemahat terkenal di Indonesia. Usahanya cukup sukes bagi pengusaha pemula sepertinya.
“Nanti sore aku dan yang lain harus menjemput zhoumi, hangeng, dan henry di bandara. Sedangkan malamnya kami akan bertemu ELF untuk merayakan ulang tahun mereka. Jadi setengah hari ini aku ingin berduaan dengan istriku”
“Kalo aku tak mau?” sekali lagi Dina beranjak dari tempat duduknya, bibirnya  mengulas senyum tipis.
“Ya yeobo! Apa kau tak ingin memilki Park junior?”

***

Hyuk meliuk-liukkan tubuhnya, memberi contoh pada beberapa anak didiknya. Ya, setelah Super Junior berhenti dari dunia entertainment, dia mulai membuka pelatihan dance. Usaha itu sangat sukses, karena Hyuk jae memang salah satu dancer terbaik di Korea. Pihak SM bahkan meminta Hyuk untuk menjadi pelatih anak-anak SMEntertainment, tapi dengan halus Hyuk menolaknya. Dia tak ingin berhubungan dengan entertainment-nya dulu, itu akan membuatnya mengingat masa lalunya yang jujur belum bisa dia lupakan. Selain membuka pelatihan dance, dia juga menruskan usaha Tous Les milik ibunya, usaha it     u kini berkembang pesat dan menghasilkan pundi-pundi uang yang terbilang banyak.
“Ya! Lenturkan sedikit tanganmu” ucapnya sambil membenarkan gerak tangan salah satu anak didiknya. “Kau bilang ingin menjadi trainee SM, kau harus lebih banyak berlatih”
“Usahakan saat melakukan gerakan ini kalian mengeluarkan wajah seksi kalian” kali ini ia menghampiri dua orang anak lelaki yang umurnya sekitaran 15 tahun. Mereka termasuk anak berbakat yang Hyuk Jae didik.
“Bukan wajah seksi yang menjjijkkan seperti itu, tapi wajah seksi yang berkarisma, Bodoh” seketika kelas menjadi gaduh saat Hyuk jae mengucapkan kalimat itu. kalimat bodoh atau semacamnya sudah menjadi makanan sehari-hari anak didik Hyuk Jae, tapi tak ada satupun dari mereka yang merasakan sakit hati.
“Mr. Lee..”
“Apa?”
“Ponsel anda bunyi sejak lima menit lalu”
“Baiklah kalian lanjutkan latihan sendiri” Hyuk Jae beranjak dari sana, berjalan mendekati ponselnya, dan berlalu keluar untuk mengangktnya.
                                           
“Yeobseo”
“Kita akan menjemput Zhoumi, Hangeng dan Henry nanti sore di bandara” hyuk sedikit tersenyum ketika baru menyadari jika yang menghubunginya adalah Park Jung Soo.
“Nanti sore? Ah mianhae aku tak bisa. Mungkin aku langsung ke tempat acaranyaa saja hyung”
“Sibuk dengan pernikahanmu?”
“yah, kau taulah sebulan lagi. Aku harus mengantarnya mengambil gaun, cincin, juga mengechek bebrapa catering. Apalagi mobilku penuh majalah yadong, aku harus membersihkannya sebelum menjemput Min Rin atau dia akan marah”
“Dasar monyet yadong” di ujung sana Jung Soo sedikit terkekeh.
“Hahah, kau tau hyung itu tak akan berubah. Yasudah sampai nanti malam”

***

Seorang wanita tengah menggoreskan pensilnya membentuk sebuah desain baju yang begitu menawan. Tangannya begitu jeli membuat dress yang tengah ia gambar terkesan elegan. Di sampingnya, seorang pria tengah menatap hasil kerjanya dengan kagum sambil menyiapkan beberapa sampel kain yang sekiranya cocok untuk hasil desain istrinya.
“Appa, Eomma..” seorang gadis kecil menairk-narik ujung baju appanya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menarik ujung dress eommanya.
“Apa Hye Rin-ah?” ucap Shin Donghee, tangannya meletakkan bebrapa sampel kain dan mangangkat anaknya untuk duduk di pangkuannya.
Hye Rin mengerjapkan matanya beberapa kali, membuat Nari menghentikan pekerjaanya dan menatap malaikat mungil mereka dengan gemas. Nampaknya mereka terlalu larut dengan pekerjaan mereka hingga melupakan gadis lucu ini untuk beberapa saat.
“Hm, ternyata kau sudah bisa marah ya?” goda Nari pada gadis yang sebenarnya tak seberapa paham dengan perkataanya, di usapnya kepala Hye Rin beberapa saat.
Shindong hanya terkekeh geli melihat keluarga kecilnya. Dia bahagia dengan kehidupannya sekarang. “Kau bilang Hyuk dan Min Rin akan kesinikan? Jam berapa?”
“Mungkin sebentar lagi. Oh ya oppa, kau harus lihat gaun Min Rin. Itu bahkan lebih bagus dari yang kukenakan saat kita menikah”
Seperti yang bisa kalian lihat, Shindong menumpukan hidupnya pada butik yang dia kelola sejak lima tahun lalu dengan Nari sebagai desainer utamanya. Butik mereka cukup terkenal, meskipun tak sampai ke luar negri, tapi setidaknya sudah memilki banyak cabang di kota-kota Korea selatan, dongdaemun, mokpo, dan masih ada banyak lagi.
“Lalu kau ingin mengulang pernikahan kita dan memakai gaun yang lebih bagus dari dia?”
“Aniya”
“Sudahlah, bagiku kau tetap lebih cantik dari dia” Nari langsung memalingkan wajahnya, dia tak tau dan tak mau membayangkan seberapa merah wajahnya saat ini. Biarpun mereka sudah menikah selama 3 tahun, tapi tetap saja Nari malu pada hal-hal seperti ini.
“Omo, Hye Rin lihatlah pipi eommamu bahkan lebih merah dari tomat yang kita beli tempo hari”
“Ya Oppa! Berhentilah menggodaku!” Pipi Nari semakin merah, membuat tawa Shindong semakin merekah. “Sudahlah, ponselmu bunyi tuh”
Dan entah kenapa Nari merasa terselamatkan oleh bunyi ponsel itu. Siapapun orang yang menghubungi suaminya, dia harus mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan hidupnya.

***

“Berapa lama lagi?” Donghae sudah lelah duduk di depan istrinya.
Sudah setengah jam dan Soo Rim belum menyelesaikan pekerjaannnya juga. Sekali lagi dia menambahkan mascara pada bulu lentik makhluk Tuhan itu, dan lagi-lagi berdecak kagum di buatnya. Di oleskannnya lipstick pada bibir indah yang tiap pagi selalu menciumnya. Dan sempurna. Soo Rim telah menyelesaikan pekerjaannya.
“Omo, Neomu Yeppoda”
“Aish, Lee Soo Rim. Hancur sudah image suamimu sebagai laki-laki tampan” Donghae menggerutu. Dia tak habis pikir bagaimana istrinya begitu bangga mengatainya cantik dan bukannya tampan?
“Hehehe, jangan marah oppa. Inikan bukan keinginanku” Soo Rim melirik kearah perutnya yang di dalamnya ada nyawa yang kelak akan memanggilnya eomma.
Donghae menundukkan kepalanya, mengusap perut Soo Rim yang masih rata dengan lembut. “Hem, apa kau suka appamu diperlakukan seperti ini? Masih di perut sudah berani mengerjaiku, apa kyuhyun yang mengajarimu? ”
Soo Rim sedikit terkekeh melihat tingkah Donghae, Oh ayolah kenapa nama Kyuhyun di bawa-bawa di sini. “Oppa, jangan bercanda”
“Habisnya, dia lebih mirip Kyuhyun dari pada aku” dan demi apapun, wajah Donghae yang cemebrut seperti ini membuat Soo Rim lebih terkekeh.
“Jangan kekanakan seperti itu, sebentar lagi kau akan jadi appa” Soo Rim mengelus puncak rambut Donghae perlahan, membuat pria itu mendongak mentapanya. “Kau tak pergi ke Grand Place?”
“Bagaimana aku bisa pergi jika kau mendadaniku seperti ini?” Donghae hendak mengusap riasan wajahnya sebelum tangan Soo Rim menhannya.
“Jangan hapus sebelum aku memintanya oppa” Soo Rim terkekeh pelan sedangkan Donghae hanya mendengus.
“Kau te..” belum sempat donghae menuntaskan kalimatnya, ponselnya berdering cukup keras. Membuat kalimat itu menggantung di ujung lidahnya.
Dengan cepat Donghae menyambar ponselnya yang terletak di meja tak jauh dari sofa tempat ia duduk. Dahinya sedikit berkerut bingung ketika nama ‘ Jung Soo Hyung’ tertera pada layar ponselnya. Sambil menenteng ponselnya dia kembali duduk di samping istrinya. Dibukanya pesan dari Jung Soo dengan sedikit penasaran.
_______________________________
Apa kalian sibuk hari ini?
Aku harap kalian bisa meluangkan waktu nanti sore untuk menjemput Zhoumi, Henry, dan Hangeng di bandara. Aku harap kalian tak lupa dengan acara kita nanti malam.
Oh ya, sebenarnya aku berniat menelfon kalian satu-persatu. Tapi karena terlalu mahal, aku kirim lewat pesan saja.

Hyung kalian yang paling tampan,
Park Jung Soo
________________________________

            “Cih, kau tetap pelit hyung” desis Donghae, diletakkan kepalanya di pangkuan Soo Rim. “Percuma kau punya usaha furniture yang sukses”
            “Ada apa oppa?”
“Ini Jung Soo hyung, nanti sore dia meminta kami menjemput tamu special di Bandara” Soo Rim hanya menganggukkan kepalanya, membentuk bibirnya seolah berkata ‘Oh’
“Kau harus membersihkan pekerjaanmu sebelum sore nanti chagi” Donghae mencium telapak Soo Rim dengan sayang sebelum akhirnya menyentuhkan pada wajahnya yang penuh make up.
“Entahlah oppa, sampai sekarang aku masih tak ingin menghapusnya” Soo Rim membelai ujung rambut Donghae dengan sedikit terkekeh, dia benar-benar menikmati masa mengerjai suaminya.
“Ya! Lee Soo Rim, kenapa ngidammu aneh-aneh sih?” Donghae mengangkat kepalanya, menatap wajah Soo Rim dengan rambut berantakannya. Dia hampir frustasi saat ini.
“Molla, tanyakan saja pada buah hati kita” sekali lagi Soo Rim mengelus perutnya, dia dan Donghae teramat sangat bahagia dengan hidupnya saat ini.
“CALON ANAK, seberapa hebat dirimu hingga bisa mempermalukan Lee Donghae huh?”

***

Seorang namja dengan wajah imut itu memijat pelipisnya. Di depannya ada beberapa file menumpuk, menunggu untuk dia baca dan ditandangani. Sekali lagi lelaki itu menghela nafasnya panjang, ada raut sebal di wajahnya yang selalu terlihat muda. Lee Sungmin, mungkin orang yang tak mengenalnya akan mengira umurnya sekitar 25 atau 27 tahun. Tapi kenyataanya adalah Lee Sungmin namja berumur 38 tahun yang tetap tergila-gila akan benda berwarna pink.
“Nona Hwang, bisa tolong bawakan kopi ke ruanganku?” Sungmin berbicara lewat telephone dengan sekretarisnya. Entah kenapa akhir-akhir ini dia jadi suka meminum kopi.
Pekerjaaan yang terlalu berat dan menumpuk, apalagi di kejar waktu seperti saat ini, membuat namja itu frustasi. Dia kembali menyentuh beberpa berkas yang masih menumpuk di depannya, masih kurang 6 berkas lagi dan ini harus selesai sebelum sore nanti. Sungmin bahkan telah mengorbankan jam makan siangnya, tapi sampai saat ini belum selesai juga.
Namja itu sekali lagi melirik ke jam tangannya, dan.. “Damn!” dia mengumpat keras merutuki kebodohan dan keleletannya.
Sudah lima tahun dia bekerja di perusahaan besar ini dan sekalipun dia tak pernah menngeluh, tapi entah kenapa setelah setahun lalu dia mendapat kenaikan jabatan, pekerjaan ini terkesan lebih berat baginya. Gajinya memang bertambah, tapi memori otaknya seakan berteriak tak sanggup menrima ini semua. Dia lebih suka menjadi pegawai biasa. Terkesan lebih mudah.
“Permisi” ketuk seseorang di luar sana. Suara yang sangat familiar bagi Sungmin.
“Masuklah” dan bersamaan dengan itu,  muncullah seorang wanita dengan rambut di ikat satu dan kaca mata minus yang tak terlalu tebal dari balik pintu kayu itu.
“Ini kopinya Pak” perempuan itu meletakkan kopi sungmin di meja, membalikkan tubuhnya hendak menninggalkang ruangan ini.
“Sebyu, bisakah kau temani aku?” perempuan itu-Hwang Sebyu-memandang lengan kanannya yang di tahan Sungmin, mata itu menatap sendu ke arahnya. “Saat ini aku membutuhkanmu”
Gadis itu menghela nafas sebentar, dia membalas tatapan sendu Sungmin dengan prihatin. Sebyu mendudukkan dirinya di kursi depan Sungmin, memasang senyumnya dan berkata, “Baiklah hanya sebentar”
Sungmin tersenyum pelan, tangannya terulur meraih tangan yeojanya. Hwang Sebyu dan Lee Sungmin, hubungan mereka lebih dari sekedar atasan dan sekretaris. “Aku hampir gila. Kau tau? Aku tak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu”
Sebyu melepaskan tautan tangan Sungmin. Beralih menatap beberapa berkas yang masih menumpuk di meja kekasihnya. Jemari lembutnya tergerak mengambil salah satu yang terletak paling atas, membukanya dan meletakkannya di depan Sungmin. “Kau tak akan bisa menyelesaikannya jika terus menggerutu, sayang”
Sungmin menatap Sebyu dengan pandangan horror yang seolah berkata ‘Bahkan kau tega menyruhku bekrja?’ dan tatapan itu hanya di jawab dengan senyuman kecil Sebyu. Gadis itu mencar-cari pena Sungmin, menjulurkannnya pada namja yang membatu dengan wajah frustasi. “Cha, Kau ingin pulang sore dan menjemput temanmu di bandarakan?”
Lelaki itu mengangguk tanpa meraih pena yang di ulurkan Sebyu, menatap yeojanya dengan datar. Membuat Hwang Sebyu geram dan dengan paksa menyuruh Sungmin menggenggam penanya. “Cepat kerjakan kalau ingin cepat pulang. Aku akan menemanimu Lee Sungmin, setidaknya 15 menit mungkin”
Lee Sungmin hanya membentuk kerutan di wajahnya. Membuat Sebyu meletakkan tangannya di antara kerutan itu, dan seketika kerutan itu hilang. “Aku tau kau lelah, aku tau kau terbebani, tapi kau juga tak boleh seperti ini. Kau bisa naik jabatan, aku yakin kau pasti bisa melakukan pekerjaan ini. Berhenti mengeluh, itu tak memperbaiki apapun”
Bibir Sebyu melengkung, membentuk secercah senyuman indah yang entah kenapa mampu membawa kecerahan mentari ke dalam hati Sungmin. “Gomawo, Aku berjanji kelak akan menjadikanmu Lee Sebyu”
“Dan aku berjanji kelak hanya Lee Sungmin yang boleh memintaku menjadi istrinya” ada rasa berdebar di hati Sebyu ketika membahas pernikahan dengan Sungmin. 3 tahun yang lalu, Sungmin sudah melamarnya, hanya saja Sebyu menolak karena saat itu dia masih ingin focus dengan berkarir.
“Cha, kerjakan tugasmu Lee Sungmin. Dan jangan frustasi lagi. Itu tak cocok dengan wajah kekanakanmu”
“Ya, apa yang kau bilang? Kekanakan? Hei Lee Sebyu”
“Jangan macam-macam aku masih Hwang Sebyu Lee Sungmin”
“Kalau begitu bagaimana jika besok kita menikah?”
“Aku harus kembali bekerja Pak, ini sudah 15 menit” Sebyu membalik badannya, berjalan membelakangi Sungmin. Ada senyum di bibirnya. Menikah? Oh siapa yang tidak ingin menikah? Itu adalaha permulaan dari suatu kisah cinta, bukan akhir, tapi permulaan.dan sejujurnya Sebyu telah menantinya, tapi tidak untuk saat ini.
“Ya! Setidaknya kau jawab dulu pertanyaanku!”

***

“Cut!” teriak seorang sutradara brertopi hitam yang sejak satu jam lalu menatap ke arah layar yang menampilkan pergerakan actor dan aktris pada film yang digarapnya kali ini.
“Kibum, kau adalah seorang pria temperamental yang sangat mencintainya, jadi tak akan pernah ada adegan menampar Shin Hye seperti tadi” Sutradara bernama Kim Young Woon itu berteriak kearah Kibum, seorang actor senior yang paling di minati di Korea Selatan. Umurnya memang bertambah tua, tapi karismanya tak meluntur.
“Dan kau Choi Siwon, yang kau lakukan tadi sudah bagus, hanya saja bisakah kau lebih menajamkan tatapan matamu?” Siwon hanya mengangguk meng-iya-kan ucapan sutradaranya. Lelaki itu memang lebih mengfokuskan hidupnya sebagai seorang actor semenjak Super Junior memberhentikan diri.
“Park Shin Hye, jangan terlihat kau memihak salah satu dari mereka, disini kau harus terlihat bingung” wanita itu mengangguk, dari raut wajahnya terlihat jika dia sedikit takut dengan sutradaranya.
“Ah jika kalian terus begini, bagaimana bisa ini selesai sore nanti?!” sedikit mendumal sendiri, Young Woon melepas topinya dan mengacak rambutnya frustasi. “Baiklah, istirahat 10 menit”
Dengan cepat sutradara itu menumpukan tubuhnya di kursi. Seperti yang kalian lihat, profesi Kim Young Woon sekarang adalah seorang sutradara. Semua ini berawal 5 tahun lalu. Ketika dia jatuh cinta pada seorang anak sutradara bernama Cha Hyurin. Percaya atau tidak, kisah cintanya mirip dengan kisah Romeo dan Juliet, sebuah kisah yang di nobatkan sebagai kisah paling romnatis sedunia. Begitulah cerita cinta Kim Young Woon, hanya saja kali ini tak ada adegan meminum racun atau sejenisnya. Saat pria dan wanita bertemu lalu saling mencintai, dan tiba-tiba cinta itu tak bisa bersatu karna orang tua si wanita yang tak merestui. Kenapa? Alasannya simple. Karena Kim Young Woon saat itu bukan seorang sutradara. Sejak saat itu Young Woon memutuskan untuk belajar menjadi seorang sutradara, berguru dari satu sutradra ke sutradara yang lain, memanfatkan setiap kesempatan yang ada, hingga akhirnya dia menjadi seorang sutradara yang cukup terkenal. Memang tak se-terkenal Steven Spielberg, tapi setidaknya cukup terkenal yang membuatnya mengantongi restu orangtua Hyurin.
“Berhentilah cemas hyung” Young Woon mendongakkan kepalanya dan mendapati dua dongsaengnnya telah berdiri di depannya. Tangan Choi Siwon-namja yang mengatakan kalimat tadi-mengulurkan sekaleng soda.
“Kami pasti bisa menyelesaikannya sebelum sore ini, apa kau menyepelakan kemampuan bermain peran kami?”
Lelaki yang di panggil hyung itu sedikit terkekeh, “Aku tak meremehkan kalian. Hanya saja cukup khawatir dengan moodmu, bukankah kau sedang ada masalah dengan yeojamu Bum?”
Kibum sedikit menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia cukup malu membahas masalah pribadinya. “Hanya maslah sepele dan aku professional hyung”
“Kajja, bukankah ini sudah 10 menit hyung?” ucap Siwon yang seolah mengerti akan kesulitan Kibum. Kang in hanya mengangguk dan beranjak dari tempatnya duduk.
Dia sedikit mnegerling pada sahabatnya. “Kau harus membayarku dengan Wine mahal Bum”

***
Kim Heechul sedikit ragu untuk memasuki ruang kerja istrinya. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya dia kesini, hanya saja kondisinya saat ini berbeda. Dengan sedikit berdehem dia mulai mengetuk pintu kerja Kim Sung Mi, hingga terdengar teriakan ‘masuklah’ dari dalam.
“Sebenarnya kau sesibuk apa hingga semalaman kau tak pulang huh?”
“Oppa..” Sung Mi sedikit kaget melihat kedatangan Heechul yang tiba-tiba di ruang kerjanya. “Ada apa?”
“Apa aku harus memiliki alasan untuk menemui istriku?” Heechul meletakkan kotak yang ia bawa pada meja kerja Sung Mi.
“Ige bwoya?”
“Bukalah”
Ada senyum sumringah di bibir Sung Mi, tangannya mulai tergerak menarik pita ungu di atasnya, membuka kotak itu perlahan. Sebuah kue tart dengan hiasan yang cukup berantakan menyambut indra pengelihatnya.
“Happy Birthday” bisik Heechul pelan di telinga Sung Mi.
Perlahan wanita itu mulai menitikkan air mata. “Bagaimana bisa kau mengingatnya? Sedangkan aku sendiri melupakannya?”
“Itulah gunanya Kim Heechul yang mencintaimu” Heechul mengambil korek pada sakunya, memasang lilin dengan angka 35, dan menyalakannya. “Make your wish baby”
Sung Mi menutup matanya perlahan, mengucap beberapa do’a dalam hatinya. Dia terlihat begitu serius sebelum akhirnya beberapa menit kemudian kembali membuka matanya.
“Apa yang kauinginkan?”
“Bukankah make a wish tak boleh ada yang tau?” jawabnya sebelum kembali menatap kuenya dan sedikit tertawa.
“Jangan tertawakan. Aku tau itu jelek, tapi setidaknya kau hargai aku. Aku sudah susah payah belajar membuatnya dengan Ryeowook”
Sung Mi membelalakkan matanya yang mendengar penuturan Heechul. “Jinjayo?” pekiknya tak percaya
“Apa aku pernah berbohong?”
“Sering oppa” cibir Sung Mi sambil menyuapkan potongan roti ke mulut Heechul.
“Kau tak bekerja?” Heechul hanya menggeleng.
“Sore ini ada banyak hal yang harus aku lakukan” Heechul mengunyah kuenya perlahan. Sedikit memuji hasil karyanya.
Sama seperti Siwon, semenjak Super Junior berhenti, Heechul memutuskan untuk tak keluar dari dunia entertainment. Bakatnya dalam menjadi host mendapat apresiasi baik oleh bebrapa acara ternama di berbagai stasiun tv.
“Hari ini pulanglah lebih awal, aku dan yang lain akan merayakan ulang tahun ELF. Kau datanglah baby”
“Ne, oppa” jawab Sung Mi sambil melahap kue heechul. Matanya yang tadi terpejam seolah mengantisipasi rasa hambar yang akan menyapa lidahnya kini mulai tebuka. “Lumayan, setidaknya tak membuatku mati”
“Kau pikir aku ingin membunuh istriku sendiri?”

***
Kyuhyun, Jong Woon, dan Ryeowook mulai menuruni panggung. Semenjak kejadian lima tahun lalu, ketika Super Junior memutuskan untuk berhenti, K.R.Y tetap ada dan mulai tampil sebagai sebuah Vocal Group. Awalnya memang berat, ketika merka harus tampil bukan sebagai Super Junior K.R.Y melainkan hanya K.R.Y, itu menjadi luka tersendiri bagi mereka. Belum lagi tanggapan public yang tak semuanya postif, banyak yang tak menerima kedatangan mereka di dunia entertainment.
‘Kenapa mereka muncul lagi? Bukankah tempo hari mereka akan berhenti. Apa mereka tak menyadari jika mereka terlalu tua?’satu makian yang sampai saat ini mereka -Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun-ingat.
Tapi sekali lgi saat itu ELF yang berdiri di smaping mereka membuat mereka kuat, hingga bisa bertahan sampai saat ini.
“Wookie oppa, daebak” teriakan Haerin langsung memekakkan telinga Kyu. Tangannya terulur mengcungkan jempolnya untuk mereka, bukan bukan mereka,  lebih tepatnya ke arh Ryeowook. Sama seperti Jung Soo, pacar Ryeowook juga seorang ELF, hanya saja dia dari Korea.
“Sungie, kau tak lelah?” Lee Sang hwa mulai mengusap bebrapa peluh di dahi Yesung. Mebuat Kyu sedikit berdesis.
“Jangan mengumbar kemesraan hyung”
“Kau iri kyu?” Goda Ryewook, yang di sambut kekehan Yesung.
“Cepat carilah yeoja, atau.. jangan-jangan kau tak laku?”
Kyuhyun hanya menunjukkan smirknya. Dia rasa, tak perlu menjelaskan pada hyungnya. Alsan kenapa sampai sekarang Kyuhyun belum memilki yeoja adalah, bukan karena dia tak laku, atau tak normal. Dia hanya tengah mencari perempuan yang ia temui dua tahun lalu, perempuan yang berhasil membuat seorang Cho Kyuhyun Gila.
“Apa perlu kucarikan Kyu?” Goda Yesung dan lagi-lagi dia terkekeh.
“Jangan bercanda. Yasudalah aku mau ke rumah Jung Soo hyung dulu” ucap Kyu sambil melambaikan tangan. Berjalan memunggungi mereka.
“Kau mau apa? Ini masih terlalu siang untuk kesana”
“Mau minta makan gratis” jawab namja berambut ikal itu enteng.
“Ya! Cho Kyyuhyun apa kau lupa jika hyungmu yang satu itu teramat sangat pelit?”
“Aku ingat. Tapi apa gunanya dia memiliki istri yang begitu dermawan? kita punya Dina Noona, Hyung” dan begitulah dengan smirknya kyu meninggalkan mereka berempat.

***
Dan seperti itulah Super Junior 10 tahun yang akan datang. Mereka hidup bahagia dengan kisah cinta dan pekerjaan mereka masing-masing. Tak banyak sifat mereka yang berubah, Kyuhyun dengan Ke-evilan-nya, Hyuk Jae dengan ke-yadong-annya, juga Park Jung Soo dengan sikap pelit yang sepertinya akan terus melekat dalam hidupnya.. mereka ber-15 tetap satu keluarga yang bahagia.
Kelak, di tahun 2023, Super Junior memang akan menghilang dari dunia Entertainment, tapi mereka tak akan pernah menghilang dari hati Everlasting Friend. Karena.. ELF akan bertahan hingga akhir.

_The End_

Gimana? Komennya jangan lupa..
Gomawo..

1 komentar: